Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

13 Soal Bab Kualitas Program & Jawaban

Soal (Essay) Kualitas Program


1. Apa yang dimaksud dengan "skalabilitas vertikal" dalam konteks kualitas program?

Jawaban: 
Skalabilitas vertikal merujuk pada peningkatan kinerja program dengan menambahkan lebih banyak sumber daya pada satu server atau komputer.


2. Bagaimana perencanaan pengujian dapat membantu dalam meningkatkan kualitas program?

Jawaban: 
Perencanaan pengujian membantu mengidentifikasi kasus pengujian yang relevan dan memastikan bahwa pengujian mencakup semua fitur kunci program.


3. Apa yang dimaksud dengan "pengoptimalan waktu eksekusi" dalam konteks kualitas program?

Jawaban: 
Pengoptimalan waktu eksekusi adalah usaha untuk meningkatkan kinerja program dengan mengurangi waktu yang diperlukan untuk menjalankannya.


4. Bagaimana pentingnya mengikuti standar pemrograman dalam pengembangan program?

Jawaban: 
Mengikuti standar pemrograman membantu memastikan konsistensi dalam kode, membuatnya lebih mudah dipelihara, dan mengurangi risiko bug.


5. Apa yang dimaksud dengan "skalabilitas horizontal" dalam konteks kualitas program?

Jawaban: 
Skalabilitas horizontal merujuk pada peningkatan kinerja program dengan menambahkan lebih banyak server atau komputer ke dalam jaringan.


6. Bagaimana melakukan analisis risiko dapat membantu dalam meningkatkan kualitas program?

Jawaban: 
Analisis risiko membantu mengidentifikasi potensi masalah dan kelemahan dalam program sehingga tindakan pencegahan dapat diambil untuk meningkatkan kualitas.


7. Apa perbedaan antara "penyaringan input" (input validation) dan "escape input" dalam konteks keamanan program?

Jawaban: 
"Penyaringan input" adalah praktik memeriksa dan memvalidasi data masukan, sementara "escape input" adalah tindakan menghindari data masukan yang berbahaya.


8. Bagaimana metrik kode (code metrics) dapat digunakan untuk mengukur kualitas program?

Jawaban: 
Metrik kode seperti kompleksitas sumber daya dan rasio komentar kode dapat memberikan wawasan tentang kualitas dan pemeliharaan kode program.


9. Mengapa penggunaan alat manajemen proyek seperti Scrum atau Kanban dapat meningkatkan kualitas program?

Jawaban: 
Alat manajemen proyek seperti Scrum atau Kanban membantu dalam mengatur prioritas, mengurangi tekanan, dan memastikan fokus pada fitur yang paling penting untuk pengguna.


10. Bagaimana melakukan pengujian beban (load testing) dapat membantu dalam meningkatkan kualitas program?

Jawaban: 
Pengujian beban membantu menilai kinerja program di bawah beban yang tinggi, sehingga dapat mengidentifikasi masalah kinerja dan memperbaikinya.


11. Apa yang dimaksud dengan "pengkodean defensif" (defensive coding) dalam konteks kualitas program?

Jawaban: 
Pengkodean defensif adalah praktik menulis kode program dengan mempertimbangkan kemungkinan kesalahan atau serangan, sehingga meningkatkan keamanan dan keandalan program.


12. Bagaimana penggunaan alat otomatisasi (automation tools) dapat meningkatkan kualitas program?

Jawaban: 
Alat otomatisasi dapat membantu dalam pengujian, penerapan, dan pemantauan program dengan lebih efisien dan konsisten.


13. Apa yang dimaksud dengan "refaktoring" dalam konteks kualitas program?

Jawaban: 
"Refaktoring" adalah proses restrukturisasi kode program tanpa mengubah fungsionalitasnya, dengan tujuan membuatnya lebih mudah dimengerti dan dipelihara.